Puisi – Tak Ada Warna Lain Darinya

Jemari nan lembut
Pernah menuntunku dari ‘hitam’
Menarikku dari kabut
Memanah alam ketidaksadaran

Tapi mengapa tak pernah sempat
Untuk sekedar mengucap kata terima kasih
Karna setelah ‘putih’
Yang tertinggal cuma bayangnya

 

Yusdi Darma

80

Posted on 9 Agustus 2013, in Pernik, Puisi, Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: