MENGENAL LEBIH DEKAT BAHASA GAYO

Bahasa Gayo merupakan salah satu bahasa daerah yang terdapat di Aceh. Bahasa ini digunakan oleh masyarakat yang mendiami Aceh Tengah, Bener Meriah, Blang Kejeren di Gayo Lues, sebagian Masyarakat Aceh Tenggara, masyarakat Lokop di Aceh Timur, serta masyarakat Tanah Jambo Aye Aceh Utara dan Tamiang Hulu.

Bahasa Gayo terdiri atas empat dialek, yaitu dialek Gayo Lut, dialek Gayo Lues, dialek Gayo Kalul, dan dialek Gayo Lukup/Serbejadi. Dialek Lut memiliki dua subdialek, yaitu dialek Bukit dan dialek Cit. Dialek Lut digunakan oleh penutur yang mendiami daerah sekitar Danau Laut Tawar, termasuk pula Kecamatan Takengon, Bebesan, Bukit, Bandar, Timang Gajah, dan Silih Nara. Baik dialek Gayo Lues, Gayo Kalul, maupun Gayo Lukup/Serbejadi, ketiga-ketiganya dapat dikatakan sama atau amat berdekatan. Perbedaan dialek secara singkat dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

Perbedaan dialek Bukit, Cik dan Gayo Lues:

Gayo Lut Gayo Lues Arti
Bukit Cik
atewe atewe atea hatinya
bacar bidik/bacar karat cepat
bai/bei bai bai pengantin laki-laki
bersibetihen bersiturin/ bersibetihen bersiturin berkenalan
bewene bewene mehne semuanya
bulang bulang sengkek topi
dul dul daul debu
enggih engih gih tidak
entimi entimi endalihmi tidak usah
gib gib gaib jauh
gere beta ngih beta gih beta tidak begitu
gule gule ikan ikan
gure gure ragei/gure senang
hana/sana sana hana apa
ihi/isi isi ihi di mana
iho/iso iso iho di sana
isen isen ihen di sini
ilih ilih ulih ludah
ipak ipak etek upik
jelbang jelbang catek cangkul
julen julen tangen antarkan
jeroh jeroh jeroh bagus
jekang jekang cekang mati (kasar)
kahe/kase kase kahe nanti

Sehubungan dengan penggunaan  bahasa dalam kehidupan sehari-hari, ada orang berpendapat bahwa bahasa Gayo hampir tidak mengenal tingkatan pemakaian kata seperti yang dikenal dalam bahasa Jawa. Armoza menyebutkan bahwa dalam bertutur kata dengan orang yang dihormati, dengan orang yang sebaya atau setara, atau yang lebih rendah statusnya, masyarakat Gayo lebih menekankan pada tekanan suara yang lemah lembut atau tekanan biasa.

Sebenarnya jika dicermati lebih jauh, bahasa Gayo juga memiliki tingkat-tingkat bahasa seperti yang terdapat dalam bahasa Jawa. Adapun kepada pihak yang dianggap lebih tinggi akan digunakan kata tertentu atau tekanan suara yang berbeda jika dibandingkan dengan orang setara atau lebih rendah. Tinggi rendah itu mungkin dilihat dari segi usia atau berdasarkan tutur (sistem istilah kekerabatan) yang dianggap lebih tinggi, misalnya, kepada siapa harus memanggil bapak, ibu, atau paman. Istilah bapak atau ibu selain berarti orang tua kandung sendiri, juga berarti mertua. Di antara kerabat yang satu generasi lebih tua, ada juga kasus yang dapat dihadapi dengan tekanan suara yang setara dengan ego, yaitu suami adik perempuan ayah (kil). Bahkan ada kerabat yang dua tingkat lebih tinggi (kakek), tekanan suara tidak harus lemah lembut. Namun, bagi orang yang berusia tua yang belum dikenal tekanan suara harus lemah lembut.

Tuturan yang digunakan oleh pihak-pihak yang masih setara untuk menyatakan kamu adalah kata ko sepanjang yang bersangkutan belum berumah tangga. Namun, jika pihak yang setara ini telah berumah tangga bentuk sapaan yang digunakan adalah kam. Adakalanya kata kam seakan merupakan bentuk jamak dari kata ko. Kepada orang yang lebih rendah statusnya akan dipanggil ko. Akan tetapi, kalau seseorang sudah menikah sampai menjelang mempunyai anak, orang tersebut biasanya disapa dengan aman mayak untuk laki-laki dan inen mayak untuk perempuan. Panggilan inen mayak untuk perempuan lebih kurang hanya satu tahun. Selebihnya tidak lagi. Apabila pengantin perempuan tadi sudah punya anak, panggilan inen mayak tidak digunakan lagi. Jika anaknya laki-laki, si pengantin akan dipanggil inen win, tetapi jika anaknya perempuan, si pengantin dipanggil inen ipak.

 

Ke Halaman 2

 

Posted on 29 Juni 2013, in Bahasa, Tata Bahasa, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: