SEKILAS TENTANG BAHASA GAYO

Bangsa Indonesia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi antar masyarakat. Bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbiter, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.

Bahasa daerah adalah salah satu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan berupa gagasan, fikiran, saran. Bahasa daerah tersebut diasosiasikan dengan proses berfikir, rasa identitas diri, solidaritas dalam keluarga dan masyarakat. Bahasa daerah dapat dikatakan simbol kebanggaan daerah juga merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri dalam berkomunikasi.

Indonesia memiliki bermacam-macam bahasa daerah yang turut memperkaya kosa kata bahasa Indonesia. Salah satu bahasa daerah itu terdapat di Nanggroe Aceh Darussalam. Adapun bahasa daerah yang terdapat di Nanggroe Aceh Darussalam adalah bahasa Aceh, bahasa Gayo, bahasa Alas, bahasa Aneuk Jamee, bahasa Tamiang, bahasa Devayan, bahasa Simeulue, bahasa Sigulai, bahasa Singkil, dan bahasa Kluet.

Bahasa Gayo digunakan sebagai alat komunikasi sosial oleh sebagian masyarakat Aceh Tengah. Secara geografis, bahasa Gayo digunakan oleh masyarakat yang bermukim di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, sebagian dari wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, sebagian kecil dari wilayah Kabupaten Aceh Timur, dan seluruh wilayah Kabupaten Gayo Lues.

Bahasa Gayo terdiri dari empat dialek, yaitu: dialek Gayo Lut, dialek Gayo Lues, dialek Gayo Kalul, dan dialek Gayo Lukup/Serbejadi. Dialek Lut terdiri dari dua bagian dialek yaitu dialek Bukit dan Cik. Dialek Bukit dipergunakan oleh penutur yang mendiami daerah sekitar Danau Lut Tawar, termasuk Kecamatan Kota Takengon, Bebesan, Bukit, Bandar, Timang Gajah dan Silih Nara. Sungguhpun demikian dialek Gayo Lues, Gayo Kalul, Gayo Lukup/Serbajadi dapat dikatakan sama atau sangat berdekatan.

Bahasa Gayo sebagai salah satu bahasa daerah merupakan bagian dari kebudayaan yang hidup, selayaknya dibina, dipelihara, dan dikembangkan. Demikian Sekilas Tentang Bahasa Gayo,  mudah-mudahan bermanfa’at.

 

Vera Hastuti

2

Posted on 4 Juni 2013, in Bahasa, Tata Bahasa, Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: